Beranda Featured WBP Lapas Cilegon Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat

WBP Lapas Cilegon Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat

0
WBP Lapas Cilegon Ikuti Pelatihan Konstruksi Bersertifikat

CILEGON – Dalam rangka pelaksanaan tindak lanjut dari Nota Kesempahaman tentang Peningkatan Kapasitas Bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan di Bidang Jasa Konstruksi yang telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly pada tanggal 27 Juli 2018 di Lapas Batu Nusa Kambangan.

Balai Konstruksi Wilayah III Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memprogramkan Kegiatan Fasilitasi Peningkatan SDM Pelatihan Konstruksi Bidang Bangunan Umum bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas III Cilegon, pada hari Senin, (18/02).

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Ir. Kimron Manik, M.Sc, Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Agus Muryanto, Dipl.ATP., Kepala Sub TU PUPR Wehelmi, S.Sos., Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Ir. Riky Aditya Nazir, MT., Kepala Bidang Pembinaan dan Bimbingan PAS Pengentasan Kanwil Kemenkumham Banten Eceng Suherman, SH., Kepala Lapas Kelas III Cilegon Heri Aris Susila, A.Md.IP, SH, MH beserta Jajarannya.

Pelaksanaan pelatihan di ikuti oleh 50 warga binaan yang ada di Lapas Kelas III Cilegon. Warga binaan yang bisa mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang telah menjalani 2/3 dari masa tahanannya dan merupakan potensi sebagai tenaga kerja konstruksi.

Para peserta akan dilatih dan diuji sebagai tukang, meliputi tukang bangunan umum – kelas 3 dengan kategori mempunyai kemampuan melaksanakan K3, menyiapkan material dan peralatan kerja, dan melaksanakan pekerjaan yang dapat menjadi modal awal untuk menjadi pekerja konstruksi. Pada tahap I ini, akan dihasilkan pekerja konstruksi dengan klasifikasi sebagai tukang batu/beton, kayu, besi dan las.

“Kementerian PUPR tidak hanya membangun infrastruktur fisik saja. Kerjasama dengan Kemenkumham ini bertujuan membekali warga binaan yang juga warga negara Indonesia, dengan keterampilan di bidang jasa konstruksi sehingga bisa berguna setelah bebas nanti dan mendapat remunerasi yang layak,” ungkap Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Dirjen Bina Konstruksi, Ir. Kimron Manik, M.Sc dalam sambutannya.

“Pelatihan yang singkat ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para WBP. Tidak selamanya narapidana yang mengikuti pelatihan ini dapat lulus dan mendapat sertifikat, oleh karenanya pelatihan harus dijalani dengan serius,” jelas Ir. Kimron.

Senada dengan Ir. Kimron, Kepala Lapas Kelas III Cilegon, Heri Aris Susila menegaskan para narapidana untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. Selama masa di tahanan, warga binaan yang telah mendapatkan sertifikat tetap diberikan ruang praktek yakni membangun prasarana-sarana yang ada di sekitar Lapas. Sedangkan bagi yang telah bebas bersyarat, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas sosial maupun fasilitas umum atau bekerja di badan usaha.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan kompetensi dan daya saing para warga binaan di bidang jasa konstruksi serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup pada saat kembali ke lingkungan sosial.” Ungkap Heri Aris saat diwawancari oleh Tim Humas Lascil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here