Cilegon, INFO_Kes – Semangat melayani terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon. Salah satunya memberikan layanan kesehatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebanyak 1333 WBP Lapas Cilegon mengikuti skrining Tuberculosis (TB) gratis, Senin (03/02/2020).

Skrining TB tersebut diadakan di Gazebo Lapas Cilegon ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam upaya mendeteksi dini kasus TBC pada masyarakatan Indonesia.

Kegiatan skrining TB bagi WBP ini akan dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 3 Februari sampai 5 Februari 2020 yang dilakukan oleh Dokter penanggung jawab kesehatan, perawat Lapas, dan kader kesehatan berkolaborasi dengan tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan vendor Fullerton. Selain pelaksanaan skrining TB, kegiatan ini juga akan dilakukan pemeriksaan Rontgen kepada warga binaan.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dr. Sri Rustianti, MS dalam sambutannya mengatakan bahwa penyakit TBC merupakan 10 penyakit penyebab utama kematian dan menjadi tantangan global termasuk Indonesia. Berdasarkan data global TBC Report 2018, Indonesia menduduki peringkat ke-3 untuk insiden TBC, dengan kematian akibat TBC sebanyak 1/3 jam. Maka perlu dilakukan pengecekan sedini mungkin seperti yang dilakukan di Lapas Cilegon ini. Pengecekannya juga saat ini sudah dilakukan menggunakan teknologi modern yang canggih yakni tes cepat molekuler (TCM).

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Lapas Cilegon yang sudah berkenaan mengadakan skrinning untuk para WBP-nya. Dengan begitu, kesehatan para WBP dapat terpantau dan jika ada yang terkena virus TB bisa segera kami tindak lanjuti agar tidak menular ke WBP lainnya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Lapas Cilegon, Masjuno mengungkapkan bahwa kegiatan ini jadi salah satu bentuk layanan prima di bidang kesehatan. Khususnya ditujukan kepada penghuni baru dan narapidana yang beresiko tertular TBC. Tujuannya, agar WBP yang mengidap TBC bisa ditemukan sejak dini dan dapat segera diobati. Sehingga tidak terjadi penularan TBC di dalam Lapas Cilegon.

“Ini sebagai bentuk antisipasi, agar seluruh WBP dalam keadaan sehat,” ujarnya.