Rehabilitasi Bagi WBP Pecandu Narkoba, Ini Yang Dilakukan Lapas Cilegon

Cilegon, INFO_Pas – Narkoba menjadi ancaman serius, karena jumlah korban akibat menggunakan zat adiktif ini terus bertambah. Masa depan generasi penerus bangsa dipertaruhkan. Selain upaya penindakan hukum bagi para pengedar dan bandar, rehabilitasi bagi mereka yang terlanjur menjadi pengguna pun tak kalah penting dilakukan. Namun, dikalangan masyarakat terlanjur muncul stigma tidak mudah melakukan rehabilitasi bagi pecandu narkoba, karena selain keengganan para pecandu, juga biaya memerlukan biaya yang banyak.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon dengan menggandeng Yayasan Wahana Cita Indonesia, kabupaten Tangerang menggelar kegiatan seminar edukasi rehabilitasi dengan tema “Trigger (Pemicu)” bagi warga binaan rehabilitasi medis Lapas Cilegon, Senin (22/06/2020). Adapun warga binaan yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 84 orang warga binaan dan 2 orang sebagai narasumber pemberi materi dari Yayasan Wahana Cita Indonesia.

Terdapat 4 materi yang disampaikan oleh narasumber, diantaranya Behavior Management Saving (Pembentukan Tingkah Laku), Emotional and Psycologycal (Pengolahan aspek emosi dan psikologi), Intelectual and spiritual (Pengembangan Intelektual dan Kerohanian), Vocation and Survival Skill (Keterampilan Kerja, Keterampilan Sosial dan Bertahan Hidup).

Sementara, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Oki Setiawan mengatakan bahwa program ini sengaja bekerja sama dengan Yayasan Wahana Cita Indonesia. Sebab, Oki menilai yayasan ini cukup berpengalaman dalam merehabilitasi bagi pengguna narkoba.

“Selain mengubah pola pikir warga binaannya, rehabilitasi ini juga bertujuan agar juka suatu saat ada warga binaan yang keluar dari Lapas dan berbaur kembali ke masyarakat, maka dapat beradaptasi kembali. Tentunya dengan keterampilan yang sudah dimiliki”, kata Oki.

Menurutnya, hal terpenting bagi pecandu narkoba jika ingin kembali pulih adalah komitmen yang kuat dari diri sendiri. Pecandu harus memiiliki tekad kuat bahwa ia ingin pulih, bukan untuk orang lain, tetapi untuk dirinya sendiri.

“Yang terpenting adalah niat yang besar bahwa direhabilitasi itu untuk dirinya sendiri,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *