JAKARTA – Pada dasarnya setiap manusia yang ada di dunia mempunyai nilai dan kedudukan yang sama. Mereka mempunyai hak, kewajiban dan perlakukan yang sama, yang dikenal juga sebagai hak asasi manusia.

Adanya kejahatan manusia terhadap manusia lain menjadikan hak asasi manusia seseorang kerap terampas. Adanya keinginan untuk memperjuangkan kebebasan HAM mulai muncul, terutama setelah banyak perang berkecamuk. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang notabene organisasi yang dibentuk pasca Perang Dunia II mengambil inisiatif ini.

Melalui PBB, isu-isu mengenai HAM mulai dikeluarkan ke publik. Tujuannya adalah agar masyarakat dunia paham dan menghargai bahwa setiap orang memiliki hak dasar yang harus dilindungi. Perang dan keserakahan negara besar menyebabkan hak asasi tiap manusia terampas.

Setelah Perang Dunia II, Majelis Umum PBB mulai berencana untuk membuat rencana terbaru untuk penegakan HAM. Dilansir dari situs resmi PBB, www.un.org, Hari Hak Asasi Manusia akhirnya bisa diperingati setiap tahun pada 10 Desember.

Pemilihan tanggal itu dipilih untuk menghormati pengesahan dan pernyataan Majelis Umum PBB bahwa pada 10 Desember 1948 terdapat sidang untuk membahas khusus tentang HAM. Hasilnya adalah 48 negara menyetujui kesepakatan dan penandatanganan kesepakatan tentang Hak Asasi Manusia.

Pertemuan itu mampu menghadirkan sebuah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR). Deklarasi ini menjadikan tonggak bersejarah yang mampu memperjuangkan hak-hak yang tidak dapat dicabut yang setiap orang sebagai manusia tanpa memandang ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, pendapat politik atau lainnya, asal kebangsaan atau sosial, properti, kelahiran atau status lainnya.

Pada hari Selasa (11/12), Kementerian Hukum Dan HAM RI pada unit Dirjen Hak Asasi Manusia RI, pada kesempatan ini mewakili seluruh rakyat Indonesia juga menggelar Peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2018. Bertempat dilapangan Kementerian Hukum Dan HAM RI.

Tepat pukul 14.32 WIB Wakil Presiden Negara Republi Indonesia (Jusuf Kalla) hadir dalam acara ini dengan mengenakan setelan batik. Beliau masuk ke dalam ruangan didamping oleh Menteri Hukum dan HAM (Yasonna H. Laoly). 

Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla dan Menteri Hukum Dan Ham RI, Yasonna Laoly, disambut oleh Para Pejabat Tinggi dilingkungan Kementerian Hukum Dan HAM serta ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia yang telah memadati tempat acara di Kemenkumham RI.

Pada peringatan tahun ini, Kemenkumham mengangkat tema “Sinergi Kerja Peduli Hak Asasi Manusia”. Tema tersebut diambil sesuai dengan Deklarasi Universal HAM, yang menjadikan hak individu atau hak asasi manusia sebagai unsur dasar kehidupan.

Acara ini juga akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada Kepala Kantor Wilayah di jajaran Kementerian Hukum Dan HAM serta penghargaan kepada Kepala Daerah di kabupaten/ kota, yang daerahnya memiliki angka kepedulian terhadap pelayanan publik berbasis HAM terbaik pada tahun ini.

Pada kesempatan ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon, Heri Aris Susila merupakan salah satu perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Banten yang mendapatkan penganugrahan pelayanan publik berbasis HAM.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh pegawai Lapas Kelas III Cilegon”. Ungkap Heri Aris usai kegiatan Peringatan Hari HAM sedunia pada tim humas Lascil. (RVPU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here