Beranda Featured Kunjungi LP Cilegon, Ini Yang Dirasa Siswa-Siswi SMP IT AL-Izzah Serang

Kunjungi LP Cilegon, Ini Yang Dirasa Siswa-Siswi SMP IT AL-Izzah Serang

0
Kunjungi LP Cilegon, Ini Yang Dirasa Siswa-Siswi SMP IT AL-Izzah Serang

Cilegon, INFO_PAS – Dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi publik dan merubah pandangan negatif masyarakat terhadap Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon memberikan edukasi kepada puluhan siswa-siswi SMP IT AL-Izzah Serang melalui kegiatan kunjungan belajar. Pada Selasa, (27/08).

Pada kegiatan tersebut dalam sambutannya, Kepala Subseksi Pembinaan, Edrawanto menyampaikan saat ini merupakan era keterbukaan informasi. Lapas ingin membuka diri dan ingin dikoreksi semua pihak sebagai layanan publik untuk memberikan yang terbaik.

Edrawanto juga menjelaskan sejarah Lapas Cilegon dan kegiatan-kegiatan pembinaan yang telah dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan di Lapas Cilegon.

Tak lupa beliau mengingatkan kepada para siswa dan siswi untuk tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.

“Saya berpesan, jangan sampai kalian terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum, jadilah generasi penerus bangsa yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia”, pesannya.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar anak-anak ini tidak alergi dengan mantan-man­tan narapidana. Karena warga bina­an sudah terlatih dengan baik selama menjalani pembinaan dan bisa kem­bali ke masyarakat, hal tersebut merupakan tujuan akhir dari pemasyarakatan”, imbuh Edrawanto.

Para siswa dan siswi diajak berkeliling sekitar lapas, salah satunya mereka mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melihat hasil karya warga binaan. Tampak berubah raut wajah mereka yang semula takut menjadi decap kagum melihat kreatifitas yang telah dihasilkan oleh warga binaan.

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMP IT Al-Izzah, Sulkiah, M.Pd, kegiatan outing class ini guna menerangkan secara langsung kepada siswa-siswi SMP IT Al-Izzah tentang pelanggaran nilai-nilai pancasila yang merupakan salah satu kurikulum pada mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan Indonesia (PPKN).

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi pembelajaraan kepada siswa-siswi kami untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar nilai-nilai pancasila”, ujar Sulkiah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here