Beranda Featured KPU Kota Cilegon Sosialisasi Pemilu 2019 di Lapas Cilegon

KPU Kota Cilegon Sosialisasi Pemilu 2019 di Lapas Cilegon

0
KPU Kota Cilegon Sosialisasi Pemilu 2019 di Lapas Cilegon

Cilegon, INFO_PAS – Kurang lebih 200 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Cilegon di Gazebo Lapas Cilegon, Senin (08/04).

Sebelum menerima materi oleh narasumber dari KPU, para WBP mengikuti senam sehat bersama yang telah disiapkan oleh Tim Relawan dari KPU. Tampak antusias WBP Lapas Cilegon mengikuti kegiatan senam tersebut.

Usai senam, para WBP mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh KPU. Mereka nampak aktif memperhatikan keterangan petugas dan komisioner KPU yang menerangkan tentang penyelenggaraan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang. KPU Cilegon menjelaskan bagaimana mekanisme pencoblosan serta sosialisasi mengenai caleg yang akan mengikuti pemilihan nanti.

Disampaikan oleh Komisioner Divisi Tekhnis KPU Cilegon, Eli Juneli, para WBP tersebut diajarkan cara mencoblos, kategori pemungutan surat suara sah dan tidak sah, dan tata tertib di TPS, agar nantinya ketika pelaksanaan, para WBP bisa menggunakan hak suara mereka dan tidak terjadi kesalahan saat pencoblosan.

”Kami berharap dengan sosialisasi di Lapas ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Lapas. Target kami 100%, mudah-mudahan bisa tercapai,” ungkap Eli saat diwawancarai Tim Humas Lacil.

Kepala Lapas Cilegon, Heri Aris Susila beserta jajarannya menyambut baik atas inisiatif pihak KPU Cilegon yang dalam rencananya menjadikan Lapas Cilegon menjadi salah satu tujuan diadakannya sosialisasi terkait Pemilu Serentak 2019.

Heri Aris mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu pemenuhan hak asasi manusia terhadap WBP yakni pemenuhan hak akan berpolitik menyampaikan aspirasinya pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

”Terasa sangat penting sekali karena dengan adanya sosialisasi kepada warga binaan di diharapkan menjadi satu pencerahan bagi mereka mengingat sangat terbatas informasi yang mereka dapatkan karena sedang dalam pembinaan di Lapas.” Imbuh Heri Aris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here