Cilegon, INFO_Kes – Peningakatan pelayanan kesehatan adalah satu hal penting yang harus dilaksanakan secara maksimal di Lembaga Pemasyarakatan, karena tingkat kerentanan sangat tinggi.

Guna pastikan lingkungan yang sehat, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon (Lapas Cilegon) adakan pemeriksaan Mobile Rontgen bagi warga binaan pemasyaratakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon serta Tirta Medical Center. Rabu, (05/02/2020).

Dokter Lapas Cilegon, dr. Emyke mengatakan WBP yang melakukan rontgen dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu suspect Tuberculosis (TB) yang pada pemeriksaan dahak negatif, klinis yang mencurigakan, berat badan yang menurun lebih dari 5 kg, dan rontgen ulang bagi WBP yang sedang terapi penyembuhan TB.

“Pentingnya pelaksaan Skrining TB dan Rontgen dapat mempermudah identifikasi gejala-gejala awal dari penyakit TB pada warga binaan di Lapas Cilegon”, ujar Dr. Emyke.

Sebanyak 135 WBP melakukan tes dahak dan rontgen hari ini. Hal ini tindak lanjut dari kegiatan Skrining TB yang telah dilaksanakan pada hari senin tanggal 03 februari 2020 yang lalu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Oki Setiawan menjelaskan pemeriksaan ini dilaksanakakan atas dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinas Kesehatan Kota Cilegon.

“Kegiatan ini sudah berjalan rutin beberapa tahun terakhir ini. Kami sangat mengapresiasi kepada Kemenkes RI yang sangat peduli kepada warga masyarakat, termasuk terhadap masyarakat sedang menjalankan hukuman di Lapas Cilegon. Tanpa diskriminasi, warga binaan juga adalah masyarakat Indonesia yang masih memiliki hak untuk hidup sehat”, pungkas Oki.

”Kami harap kedepannya agar kegiatan Skrining TB dan Rontgen seperti ini dapat terus terlaksana sehingga meningkatkan pelayanan kesehatan di Lapas Cilegon”, imbuhnya.