Berantas Narkoba, Petugas Lapas Cilegon Jalani Tes Urine

Posted on

CILEGON – Pemeriksaan urine seluruh pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon digelar Senin (18/02).

Pemeriksaan Tes Urine ini merupakan tindak lanjut surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-126.PK.02.10.01 Tahun 2019 Tanggal 04 Februari 2019 tentang Langkah-langkah Progesif dan Serius Upaya Pemberantasan Narkoba di Rutan/Cab Rutan, Lapas dan LPKA.

Lapas Kelas III Cilegon telah melaksanakan dan menerapkan kebijakan guna meningkatkan Langkah-langkah Progresif dan Upaya Serius Pemberantasan Narkoba salah satunya telah melakukan tes urine kepada seluruh pegawai di Lapas Kelas III Cilegon.

Pelaksanaan tes urine dilakukan secara mendadak, setelah awalnya seluruh pegawai dikumpulkan di halaman tengah Lapas untuk mendapatkan pengarahan.

Pengarahan berlangsung sekitar satu jam dari Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Raja M. Ismael Novadiansyah yang menyinggung soal anti narkoba dan kedisiplian dalam bekerja.

Saat pengarahan berakhir inilah, secara tiba-tiba kakamtib memberitahukan bila kegiatan dilanjutkan dengan melakukan tes urine untuk seluruh pegawai Lapas Cilegon.

Secara bergiliran seluruh pegawai termasuk kakamtib mengisi absensi pemeriksaan tes urine dan juga alat tes urine yang bisa mendeteksi 8 macam kandungan.

Dalam tes urine ini terdata ada 58 orang yang mengikuti tes urine, sedangkan petugas yang belum mengikuti sebanyak 21 orang dari total 79 orang pegawai yang ada di Lapas Cilegon.

Untuk pegawai yang tidak hadir sebanyak 21 orang, terdiri dari 3 orang sedang tugas BKO di Dirjen Pemasyarakatan, 9 orang karena istirahat setelah tugas dinas malam serta 4 orang sedang dinas luar, 2 orang sedang cuti dan 3 orang izin sakit. Meski begitu, pegawai yang tidak hadir akan tetap menjalani tes urine setelah kembali masuk kerja.

Dari hasil tes urine yang dilakukan kali ini, semua pegawai Lapas Kelas III Cilegon dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah hasilnya tadi semua negatif, dan bagi yang belum ikut hari ini nanti juga akan diperiksa,” ujar Kakamtib, Raja M. Ismael.

Ditegaskannya, tes urine ini sudah beberapa kali dilakukan dan kali ini dilaksanakan dengan menggunakan alat tes dari Dirjen Pemasyarakatan yang bisa mendeteksi delapan jenis kandungan.

Tujuannya pelaksanaan tes urine ini sebagai komitmen Lapas Cilegon untuk perang terhadap narkoba serta merupakan langkah-langkah progresif dan upaya serius pemberantasan narkoba di Lapas Cilegon.

“Jangan sampai ada keterlibatan petugas, baik sebagai pengguna maupun peredaran. Bila ada terbukti maka akan dikenakan sanksi tegas,” tegas Raja M. Ismael.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *